Latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam sejarah gereja mula –mula. Evaluasi bab 3

 

Nama : Elsa Daniella Simbolon

NIM : 200200033

Dosen: Prof.Risnawaty Sinulingga            

Tugas III Agama Kristen Protestan

  • 1.      Latar belakang munculnya istilah dan doktrin Tritunggal dalam sejarah gereja mula –mula.

Jawab :

·   Gereja mula-mula lahir dengan konteks Yahudi.Orang kristem mula mula tidak memiliki rumah ibadah sendiri,karenanya mereka beribadah bersama dengan penganut agama yahudi . Penganut agama Yahudi  mengutamakan pengajaran monotheisme yang mutlak,dimana Allah sebagai pencipta  dunia.Namun,gereja mula mula mengalami pertumbuhan yang didasarkan kepada pokok  pengakuan iman yang baru dimana,”Yesus Kristus adalah Tuhan”.Pokok pengakuan ini memicu banyak perdebatan karena disatu sisi gereja mempertahankan ke esaan Allah tetapi dilain pihak menekan doktrin Ketuhanan Yesus Kristus selain Allah Bapa

·         Istilah tritunggal tidak pernah dipergunakan dalam Alkitab.Orang pertama memakai istilahh itu adalah tertulianus.Istilah iini berdasarkan 1 Yohanes 5: 7(“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian disurga: yaitu Bapa,Firman,dan Roh Kudus,dan ketiganya adalah satu”).Tertulianus  ingin mempertahankan doktrin keesaaan Allah sehingga ia membedakan Oknum I dan Oknum II dalam derajatnya.Menurutnya Oknum II yaitu anak lebih rendah kedudukannya dari Oknum I sebagai Bapa.Hal ini kemudian memunculaan berbagai pendapat pendapat lain yang berbeda.

 

  • 2.       Konsep yang salah mengenai Allah Tritunggal sejak masa sebelum sampai sesudah reformasi .

Jawab :                 

·      Tertulinus membedakan Oknum I dan Okknum II dalam derajat.Artinya Anak lebih rendah derajatnya dari Bapa.

·      Origenes menyatakan bahwa Anak lebih rendah dari Bapa dan Roh kudu lebih rendah dari Anak dan Bapa karena Anak adalah ciptaan Bapa dan Rohkudus adalah ciptaan Bapa dan Anak.

·         Kaum Monarchis menyatakan keberadaan  dan keilahian anak hanyalah sekedar dari penjabaran dan anak adalah penampilan yang berbeda dari Bapa.

·            Dinamik Monarchianism berpendapat bahwa Yesus Kristus hanya manusia semata dan Roh kudusbukan lah oknum/pribadi tetap hanyalah pengaruh dan semangat Ilahi .

·            Modalistik Monarchianisme berpendapat bahwa ketiga oknum Allah hanya maanifestasi yang berbeda dari Allah

·            Karena banyaknya pendapat yang saling bertentangan yang menggangu keberadaan dan pertumbuhan gereja maka Pada Abad ke 4 dilakukan sidang gereja di Nicea dan Konstantinopel dan disimpulkan bahwa hanya ada satu bukan tiga Allah dan anak beraal dari substansi Bapa sehingga Anak sederajat dengan Bapa dan Roh kudus.

·            Pada masa sesudah Reformasi  muncul kesalahpahaman tentang ke Tritunggalan diantaranya :

a)      Gol.Arminians yang cenderung merendahkan Oknum II dan Oknum III

b)      Gol.Lutheran mengikuti modalisme dimana Bapa,Anak,Roh kudus hanya lah model yang berbeda dari Allah yang satu

c)      Karl Barth menerima ketiga Oknum Allah Tritunggal tetapi penjelasan mengenai keesaan dan ketigaan dari Allah Tritunggal belum memberi penjelasan yang jelas.

 

 

3.      Konsep KeTritunggalan Allah baik dari perjanjian lama dan perjanjian baru dan implikasinya bagi dasar kepercayaan orang kristen saat ini

Jawab :

·      Dalam perjanjian lama tidak ditemukan penjelasan yang lengkap tentang doktrin Tritunggal.Dalam Perjanjian Lama nama “Bapa”dipergunakan untuk Yahwe ,segenap trinitas.Maka di Perjanjian Baru selain bermakna Allah Tritunggal secara khusus menunjuk kepada oknum 1

·      Bila dalam Perjanjian Lama Jahwe  diperlihatkan sebagai penebus dan penyelamat umatnya (Yes.41:14,Yer.14:3) Namun dalam Perjanjian Baru Anak lah yang berfungsi demikian

·      Dalam perjanjian lama dikemukaan bahwa Yahwe diam diantara umat (Mzm.74: 2) sementara itu dalam perjanjian baru Roh kudus lah yang tinggal di dalam hati orang kristen.

·      Dalam perjanjian Baru dinyatakan bahwa Allah memberi anaknya dalam dunia untuk menyelamatkan prannng percaya (Yoh 3:16),Bapa dan Anak mengirim roh kudus untuk membarui dan mendiami orang percaya (Yoh 14:26).

·      Dalam Matius 3:16-17 mengatakan bahwa diri  Yesus Kristus yang di baptis dan Oknum I yaitu Bapa sedang berbicara dan Oknum ketiga yaitu roh kudus dalam wujud Burung.

·      Implikasi bagi dasar kepercayaan orang Kristen  pada masa kini adalah keberadaan Allah secara kekal terdiri dari 3  Oknum dan keberadaaan Allah ada 1 Hakekat dan tidak dapat dipisahkan/dibagi bagi.

 

  • 4.                  Eksistensi dan peran bapa sebagai oknum pertama tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku kristiani.

Jawab :

·            Eksistensi dan peran Bapa sebagai Oknum I terlihat sejak perjanjian Lama nama “Bapa” dipakai untuk pemerintahan Allah Tritunggal yang theokratis atas bangsa Israel sebagai umatnya (Ul 32:6) .Bapa adalah pencipta dan pemelihara dunia

·            Dalam perjanjian Baru “Bapa”  dipakai sebagai asal mula Allah Tritunggal

·            Bapa berada diurutan pertama sehingga disebut Oknum I karena dari dialah lahir/berasal Anak.Tetapi Bapa tidak lebih kekal dan berkuasa dari  pada Anak dan Roh Kudus .pembedanya terletak pada keberadaanNya sebagai asal dari Oknum II dan Oknum III dan dalam fungsi utamanya sebagai pencipta dan pemeliharaan segala makluk.

·            Peran peran Bapa antara lain Dia mengutus Anak untuk keselamatan manusia,Ia yang mengadili dan membalas kebaikan/kejahatan dengan hukuman

·            Implikasi dalam kepercayaan kristiani:

a)      Keberadaan Allah yang agung sangat sulit dipahami dengan logika dan harus diterima/dipercayai melalui iman

b)      Keberadaan Bapa sebagai pencipta dan pemelihara artinya Dialah sumber kehidupan dan keberadaan kita.Dan kewajiban kita memuliakan namanya

c)      Kita harus memanggil,memohon dan berharap kepadanya sesuai pengenalan yang benar dan berdoa agar Dia memelihara kita.

 

  • 5.      Eksistensi peran anak sebagai Oknum II Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.

Jawab :

·         Eksistensi peran Anak sebagai oknum II Tritunggal tidak hanya ada lewat pernyataan diriNya sebagai manusia yang bernama Yesus Kristus dan Ddisebut Anak bukan karena perananNya sebagai juruselamat bagi manusia tetapi karena Yesus dilahirkan/berasal secara kekal dan bersama sama dengan Bapa

·         Dia juga di sebut logos/firman.bahkan Dia adalah Allah sendiri karena keilahiannya melebihi manusia .PembedaanNyaa dengan Oknum yang lain dilihat dalam kelahiranNya(asal nya) secara kekal dari Bapa dan Roh kudus.Pembedaan itu juga berlaku dalam fungsinya sebagai penyelamat dan perantara manusia

·         Peran peran Dia lainnnya adalah Anak yang mengerjakan apa yang diperintahkan Bapa,satu satunya jalan kepada Bapa dan sang penyelamat bagi ,manusia dan akan datang sebagai Hakim.

·         Implikasi nya dalam kristiani:

a)      Menjadikan yang Allah berikan adalah kasih karunia sehingga kita harus senantiasa taat pada perintahNya dan menyakini bahwa jalan keselamatan hanya ada saat kita mengikut yesus

b)      Kepercayaan dan penyembahan juga harus kita panjatkan kepada Yesus dan memahami ke Tritunggalan dengan benar.

c)      Mengasihi sesama dan memelihara alam dengan baik juga akan mencerminkan kepercayaan kita kepada Yesus

d)     Iman percaya kepada yesus yang membawa kita pada jalan keselamatan

  • 6.       Konsep keselamatan holistik yang mencakup seluruh pengalaman hidup di dunia ini,kematian dan kehidupan sesudah kematian

Jawab:

·         Maksud dari keselamatan Holistik adalah  Keselamatan yang Yesus berikan bukan hanya keselamatan batiniah(seperti pengampunan dosa dan hidup yang kekal) tetapi juga menyangkut hal-hal jasmaniah seperti kelepasan dari penyakit dan ketertawanan atau keselamatan dar permasalahahn hidup dan kehidupan sehari hari (Mat 11:2-6)

·         Hidup kekal diterima bukan hanya kelak tetapi kini yaitu dengan bentuk kwalitas hidup baru sebagai anak Allah .Orang yang menerima keselamatan dituntut bersedia untuk setia,berkorban,dibenci,menderita,dan  menolak pekerjaan si iblis.

  • 7.      Eksistensi dan peran Roh kudus sebagai oknum ketiga Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku kristiani

Jawab:

·         Roh kudus dilahirkan” atau berasal dari Bapa dan Anak dan Bapa.

·         Dalam perjanjian Lama Roh kudus juga ikut berperan dalam nubuatan dibuktikan pada kata rujukan “angin Allah” atau “kuasa kehidupan”. Roh Allah mengilhami nabi dalam bernubuat dan memberi kekuatan kepada umat untuk melakukan kehendak Allah.

·         Roh Allah juga dapat meninggalkan umatnya contohnya saat Roh Allah meninggalkan Saul yang menolak firman Allah.(2 Sam 23:2)

·         Dalam Perjanjian Baru roh kudus memberi hidup baru dalam  konteks kelahiran kembali orang percaya.Dia memberi kesadaran seseorang dengan memberi panggilan,kepercayaan dan menobatkan.Roh kudus juga membaharui keberadaan seseorang dengan menyucikan,mendiami,memampukannya melaksanakan kehendak Allah serta menjadi penghibur saat kita dalam kesusahan

·         Dalam perjanjian baru Roh kudus dapat mendiami seluruh orang percaya dan tak akan meninggalkannya

·         Implikasi bagi orang kristen:

Roh kudus harus kita jadikan dasar pengaharapan bagi orang percaya bahwa Dia  akan membaharui segala sesuatu sehingga kita dapat dibaharui.Roh kudus akan menjadi penghibur disaat kita sedang terluka dan menjadi roh pembimbing yang mengahantarkan kita pada kehendak Allah.

  • 8.       Pemahaman  yang salah tentang roh kudus  dan penjelasan

Jawab:

·         Origenes dan golongan Arminians mengatakan bahwa Roh Allah lebih rendah dari Anak dan Bapa

·         Arians menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan allah sebagaimana Anak adalah ciptaan Bapa

·         Golongan Marchianisme yang dinamis menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah Oknum tetapi pengaruh/Kuasa ilahi semata

 

Pemahaman yang salah ini diberikan penjelasan yang benar melalui konsili konstantinopel yang menegaskan keilahian roh kudus.Dia sederajat dengan Anak dan Bapa karena Dia dilahirkan/berasal secara kekal dari Bapa dan Anak.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHILANGKAN WATERMARK FILMORA

Melawan Iblis,Dunia dan Kedagingan

CRITICAL JOURNAL REVIEW (CJR) “Azas Filosofis Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara”